PERILAKU OPERATOR DAN AWAK ANTAR KOTA DALAM PROVINSI DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA PENUMPANG (Studi Pada Jurusan Pontianak-Entikong)
Abstract
Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk memberi pemahaman mengenai perilaku pelayanan yang diberikan oleh operator bus pada penumpang khususnya pada bus jurusan Pontianak-Entikong. Beberapa perilaku operator dan awak bus diidentifikasikan menyimpang sehingga membuat pelayanan yang diberikan kurang masimal, mengingat intensitas masyarakat masih tinggi menggunakan angkutan umum khususnya bus sebagai sarana transportasi sehingga penelitian ini sangat menarik untuk ditindak lanjuti. Tujuan penelitian ini ialah ingin memaparkan tentang perilaku operator dan awak bus pada jurusan Pontianak-Entikong yang menyimpang dalam memberikan pelayanan kepada penumpangnya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori ransang-balas (stimulus-respons theory) dan teori konflik. Teori rangsang-balas digunakan untuk menjelaskan berbagai tingkah laku sosial. Tingkah laku sosial yaitu kecendrungan atau kesediaan seseorang bertingkah laku tertentu kalau ia menghadapi suatu rangsangan. Teori konflik lebih dalam menganalisis tentang hasil tingkah laku sosial tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini berusaha memberikan gambaran secara intensif, rinci dan mendalam mengenai perilaku operator dan awak bus antar kota dalam provinsi dalam memberikan pelayanan kepada penumpangnya khususnya bus jurusan Pontianak-Entikong. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara dan observasi dan sebagai subyek penelitian ini adalah penumpang, operator dan awak bus jurusan Pontianak-Entikong. Adapun hasil penelitian ini mengungkapkan perilaku operator dan awak bus menyimpang dalam lima (5) aspek pelayanan, yaitu (1) ketidaktepatan waktu keberengkatan dan ketibaan bus di tempat tujuan, (2) keamanan penumpang terancam, (3) ketidak nyamanan, (4) ketidak pastian tarif, dan (5) kurang peduli operator dan awak bus kepada penumpang. Dari hasil penelitian tersebut diharapkan penanggungjawab lebih sensitif dan peka terhadap masalah-masalah transportasi ini dengan cara melakukan pengamatan langsung dilapangan dan kepada masyarakat agar bisa memilih menggunakan jasa transportasi yang operator dan awak busnya memberikan perilaku yang baik.
Kata-kata kunci: perilaku, pelayanan, operator dan awak bus, penumpangDownloads
Published
Issue
Section
License
Kebijakan Yang Diusulkan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya tersebut dalam jurnal ini.
- Penulis dapat untuk mengadakan pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta lebih awal dan lebih baik kutipan dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).
- Penulis memberikan hak akses kepada pengguna dan membagikan artikel ini secara sukarela untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan bersifat nirlaba < li> Segala sesuatu yang berhubungan dengan isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya karena penulis penerbit tidak bertanggung jawab atas sebagian atau seluruh artikel yang disebutkan.
- Artikel ini merupakan hasil asli penelitian dan atau pemikiran, belum pernah dipublikasikan pada sistem publikasi manapun baik cetak maupun voting secara elektronik dan tidak mengandung unsur plagiat