POLA INTERAKSI SOSIAL ANTAR MAHASISWA PAPUA DENGAN MAHASISWA LAINNYA YANG BERDOMISILI DI RUSUNAWA UNTAN: Studi Di Rusunawa Universitas Tanjungpura
Abstract
Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan pola interaksi sosial antara mahasiswa papua dengan mahasiswa lainnya yang berdomisili di rumah susun sederhana sewa universitas tanjungpura. Penelitian ini di laksanakan, untuk mendeskripsikan kurangnya interaksi sosial antara mahasiswa papua dengan mahasiswa lainnya, terjadinya pengelompokkan mahasiswa papua yang tinggal di Rusunawa Untan, dan bentuk-bentuk interaksi sosial antara mahasiswa papua dengan mahasiswa lainnya yang tinggal di Rusunawa Untan berupa proses asosiatif dan disosiatif. Kesenjangan tersebut dilihat dari mahasiswa papua yang membatasi pergaulan mereka dengan mahasiswa lainnya sehingga interaksi jarang terjadi, dimana mahasiswa papua hanya bergaul atau berkumpul dengan sesama mereka dan tidak mau bergaul dengan mahasiswa lainnya. Pertanyaan penelitian dalam penelitian yaitu: Mengapa mahasiswa papua kurang berinteraksi dengan mahasiswa lainnya? Mengapa mahasiswa papua cenderung mengelompok dengan sesamanya? Apa perilaku-perilaku penyebab kurangnya interaksi antara mahasiswa papua dengan mahasiswa lainnya?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif berdasarkan perspektif deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori Gilin dan Gilin yang membahas tentang proses interaksi asosiatif dan disosiatif. Proses asosiatif meliputi kerja sama dan akomodasi. Sedangkan proses disosatif meliputi kontravensi dan pertentangan atau konflik. Kerja sama yang terjadi yaitu antara mahasiswa papua dengan mahasiswa lainnya pada saat mengambil air di tong penampungan. Adanya akomodasi tersebut, permasalahan bisa di atasi tanpa menghancurkan pihak lawan dan tidak menyebabkan konflik. Mahasiswa papua sering berkumpul sampai larut malam dengan berbicara keras-keras dan menyanyi sehingga membuat mahasiswa yang lainnya terganggu dan menyebabkan kontravensi. Konflik yang terjadi antara mahasiswa papua dengan mahasiswa lainnya berasal dari penghuni yang selalu membuang sampah dan limbah pencucian. Faktor penghambat terjadinya interaksi sosial yaitu komunikasi dan prasangka. Komunikasi jarang terjadi karena bahasa atau logat berbicara antara mahasiswa papua dengan mahasiswa lainnya berbeda. Prasangka juga sering terjadi, karena mahasiswa papua ingin berinteraksi dengan mahasiswa lainnya tetapi mereka takut mahasiswa lainnya tidak mau menerima mereka. Begitu juga sebaliknya, mahasiswa lainnya ingin berinteraksi dengan mahasiswa papua, tetapi takut mahasiswa papua tidak mau menerima. Jika dianalisis dengan teori interaksi, interaksi mahasiswa papua dengan mahasiswa lainnya bisa terjadi karena kerja sama, akomodasi, kontravensi, dan pertikaian atau pertentangan (conflict ). Kesimpulannya, interaksi antara mahasiswa papua dengan mahasiswa lainnya kurang terjadi, hal ini disebabkan oleh bahasa atau komunikasi.
Kata-kata Kunci: interaksi sosial, mahasiswa papua, mahasiswa lainnya
Downloads
Published
Issue
Section
License
Kebijakan Yang Diusulkan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya tersebut dalam jurnal ini.
- Penulis dapat untuk mengadakan pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta lebih awal dan lebih baik kutipan dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).
- Penulis memberikan hak akses kepada pengguna dan membagikan artikel ini secara sukarela untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan bersifat nirlaba < li> Segala sesuatu yang berhubungan dengan isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya karena penulis penerbit tidak bertanggung jawab atas sebagian atau seluruh artikel yang disebutkan.
- Artikel ini merupakan hasil asli penelitian dan atau pemikiran, belum pernah dipublikasikan pada sistem publikasi manapun baik cetak maupun voting secara elektronik dan tidak mengandung unsur plagiat