PERGESERAN NILAI BUDAYA ATAS PEMANFAATAN LAHAN ADAT DI KECAMATAN AMBALAU, KABUPATEN SINTANG

Authors

  • MULYANI RANDI NIM. E51111039 fisip

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan penyebab terjadinya pergeseran pemanfaatan lahan adat, serta medeskripsikan dampak atas terjadinya pergeseran pemanfaatan lahan adat di Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang, ditinjau dari teori perubahan sosial (Talcott parson), teori evolusi kebudayaan (Tylor) dan teori ekonomi sosiologi (Damsar). Penelitian ini menggunakan model kualitatif dengan metode deskriptif, adapun subjek penelitian ini adalah masyarakat yang menjual lahan, tumenggung atau kepala adat, aparatur desa dan aparatur kecamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran pemanfaatan lahan adat dipengaruhi oleh beragam faktor diantaranya desakan kondisi sosial ekonomi, harapan akan adanya lapangan pekerjaan serta iming-iming adanya kedudukan yang strategis dalam pekerjaan. Hal ini dipengaruhi karena sebagian besar masyarakat Kecamatan Ambalau bermata pencaharian sebagai petani lading berpindah, sehingga penghasilan masyarakat dirasakan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Adanya perubahan-perubahan yang diharapkan oleh masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya sehingga terjadinya penjualan lahan adat. Lahanadat yang awalnya hanya dimanfaatkan secara tradisional seperti sebagai tempat berladang, membangun pemukiman, berburu dan meramu bergeser pemanfaatannya menjadi areal bisnis seperti perkebunan kelapa sawit, pertambangan emas ilegal, danperusahaan kayu. Pergeseran Pemanfaatan lahan adat ini menimbulkan perubahan yang berdampak secara positif dan negatif, positifnya harapan akan adanyalapanganpekerjaan terwujud,perubahanekonomimenjadilebihbaik sedangkan negatifnya kekecewaan dan penyesalan, kekurangan lahan pertanian, kerusakan alam dan lingkungan.

 

Kata-kata Kunci: Pergeseran pemanfaatan lahan adat, Pengaruh, Perubahan.

Downloads

Published

2016-03-11