PERILAKU PERAN PERSATUAN WARIA PONTIANAK (PERWAPON) DALAM MENGURANGI STIGMA DI KOTA PONTIANAK
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan peran PERWAPON dalam mengurangi stigma dan diskriminasi waria di Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan model kualitatif dengan metode deskriptif, adapun subjek penelitian ini yaitu waria yang tergabung dalam Persatuan Waria Pontianak (PERWAPON). Teori utama yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori fungsionalisme dari Talcott Parsons serta lebih memfokuskan pada Goal attaidment (pencapaian tujuan) yang menunjuk kepada peran PERWAPON dalam mengurangi stigma di Kota Pontianak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya Peran PERWAPON dalam mengurangi stigma waria yang ada di Kota Pontianak melalui kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan PERWAPON dengan meningkatkan peran ekonomi anggota dan membina kerohanian anggota sehingga peran tersebut berdampak pada interaksi waria di Lingkungan masyarakat. Pemberdayaan ekonomi di dalam komunitas PERWAPON dapat berupa kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan. Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan PERWAPON dalam membina ekonomi yaitu berbagai bentuk pelatihan untuk meningkatkan skill yang berupa kursus menjahit, menatarias wajah,pelatihan IT dan pelatihan membuat kue ini bekerja sama dengan SKPD Kota Pontianak untuk membina dan melatih anggota-anggota PERWAPON. PERWAPON juga berperan bagi waria di dalam komunitasnya berkaitan dengan adanya isu kesehatan mengenai resiko penularan HIV dan AIDS serta IMS membuat PERWAPON mengadakan penyuluhan mengenai proses penularan dan cara pencegahan yang dibantu oleh SKPD kota Pontianak dan Provinsi. Selain peran PERWAPON dalam meningkatkan ekonomi, PERWAPON juga memiliki peran untuk membina kerohanian anggota dengan memberikan pengajian wajib anggota yaitu dengan mengajarkan waria sholat, membaca Al-quran dan ayat yasin. Jadi, dengan adanya Peran PERWAPON tanpa disadari waria-waria di Kota Pontianak sedikit demi sedikit ternyata sudah diterima oleh masyarkat, waria yang diterima di masyarakat itu ternyata waria yang memiliki skill yang baik dalam bidangnya yang sudah terlatih didalam komunitas
Kata-kata kunci : Peran, Waria, Stigma
Downloads
Published
Issue
Section
License
Kebijakan Yang Diusulkan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya tersebut dalam jurnal ini.
- Penulis dapat untuk mengadakan pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta lebih awal dan lebih baik kutipan dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).
- Penulis memberikan hak akses kepada pengguna dan membagikan artikel ini secara sukarela untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan bersifat nirlaba < li> Segala sesuatu yang berhubungan dengan isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya karena penulis penerbit tidak bertanggung jawab atas sebagian atau seluruh artikel yang disebutkan.
- Artikel ini merupakan hasil asli penelitian dan atau pemikiran, belum pernah dipublikasikan pada sistem publikasi manapun baik cetak maupun voting secara elektronik dan tidak mengandung unsur plagiat