Faktor yang Mempengaruhi Jerman Untuk Melakukan Perubahan Kebijakan Dalam Menangani Pengungsi Tahun 2018
Abstract
Abstrak
Krisis pengungsi melanda Jerman setelah penerapan kebijakan open door diberlakukan pada tahun 2015. Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk menerima pengungsi dan membuka perbatasan tanpa batas. Akibatnya, Jerman kedatangan jumlah gelombang besar orang yang masuk untuk mencari perlindungan yang jumlahnya mencapai lebih dari satu juta pencari suaka. Pada penerapannya Jerman mengalami berbagai masalah internal yang menyebabkan terjadi perubahan kebijakan pembatasan pada tahun 2018. Dengan adanya kebijakan baru tersebut dalam membatasi arus pengungsi yang masuk benar-benar telah membawa Jerman ke perubahan besar terkait kebijakan dan penanganan terhadap pengungsi dari yang semula terbuka menjadi tertutup. Penelitian ini dianalisis menggunakanteori dari K.J. Holsti yaitu Teori Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Luar Negeri yang berfokus pada tiga faktor internalnya yaitu socioeconomic/ security needs, bureaucracy, dan government structure. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu berupa kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga faktor internal tersebut sangat berpengaruh terhadap perubahan kebijakan yang diterapkan oleh Jerman dalam menangani pengungsi di mana untuk socioeconomic/ security needsmuncul masalah-masalah ketidaksetaraan kualifikasi pendidikan, sistem pasar tenaga kerja yang rumit serta faktor-faktor biaya, tingginya angka kriminalitas seperti serangan dan aksi teror yang mengancam kehidupan masyarakat Jerman, bureaucracydengan adanya tuntutan politis dari partai AfD yang berpengaruh terhadap perubahan kebijakan dan government structurepemerintahselaku pembuat keputusan merencanakan perubahan kebijakan dan alternatif lain atas respon dari situasi internal yang terjadi.
Â
Kata kunci: Pengungsi, Kebijakan Luar Negeri, Pemerintah FederalReferences
Ashari, Khasan. 2015. “Kamus Hubungan Internasionalâ€. Bandung: Nuansa Cendikia.
K.J Holsti. M.Tahir Azhari. 1988. “Politik Internasional Kreangka Untuk Analisis Edisi keempat Jilid 1 dan Jilid 2â€. Jakarta: Erlangga.
Sugiyono. 2013. “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&Dâ€. Bandung: Alfabeta.
Werang, Basilius Reden. 2015. “Pendekatan Kuantitatif Dalam Penelitian Sosialâ€. Yogyakarta: Calpulis.
Yusuf, A. Muri. 2015. “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabunganâ€. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.
Skripsi
Bachtiar, Arif Adi. 2013. “Pengaruh Isu Nuklir Iran Terhadap Kebijakan Politik dan Keamanan Amerika Serikat Atas Iran di Timur Tengah.†Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.
Kurniawan, Evan. 2019. “Kebijakan Open Door Policy di Jerman Tahun 2014-2019.†Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Santyabudi, Firman. 2018. “Kebijakan Luar Negeri Indonesia Dalam Memberikan Bantuan Pada Krisis Kemanuasiaan Rohingya di Myanmar Tahun 2017.†Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarifhidayatullah.
Jurnal
Ghifari,Muhammad Al. 2018. “Kebijakan Pemerintah Jerman Menangani Peningkatan Angka Kriminalitas Pencari Suaka sebagai Dampak dari Open Door Policy.†Semarang: Universitas Diponegoro.
Habib, Muhammad. 2010. “Ringkasan II Pengantar Ilmu Hubungan Internasionalâ€. Jakarta: Universitas Indonesia.
Hazbi, Muhammad. 2019. “Menuju Antikosmopolitan: Pergeseran Kebijakan Jerman Terhadap Pengungsi Pada Pemerintahan Kanselir Angela Markel Tahun 2015-2018â€. Surabaya: Universitas Airlangga.
Katz, Bruce; Noring, Luise; Garrelts, Nantke. 2016. “Cities and Refugees: The German Experienceâ€. Centennial Acholar Initiative at Brookings.
Salsabila, Nadia Khansa. 2019. “Aspek Pragmatisme Dalam Kebijakan pintu Terbuka Jerman terhadap Pengungsi Timur Tengah: Solusi Grey Populationâ€. Surabaya: Universitas Airlangga.
Sprandel, Anselm. 2018. “Housing and Integrating Refugees In Hamburgâ€. Journal of Field Actions Science Reports: Facts Report. Diakses melalui https://journals.openedition.org/factsreports/4696
Wicaksono, Ersadio Rahman. 2018. “Kebijakan Angela Merkel dalam Mengatasi Krisis Pengungsi di Eropa tahun 2015â€. Surabaya: Universitas Airlangga.
Zairani. 2016. “Motivasi Jerman Menerima Pengungsi Asal Timur Tengah Tahun 2015â€. Pekanbaru: Universitas Riau.
Website
BBC News. 2016. “Polisi Jerman Tembak Mati Pelaku Serangan Kapakâ€. Diakses melalui
BBC News. 2018. “Migration to Europe in Chartsâ€. Diakses melalui https://www.bbc.com/news/world-europe-44660699
DW News. 2015. “Hamburg Passes Law To Borrow Buildings To Shelter Regugeesâ€. Diakses melalui https://www.dw.com/en/hamburg-passes-law-to-borrow-buildings-to-shelter-refugees/a-18757217
DW News. 2016. “Inilah Kronologi Aksi Teror di Jerman 2016â€. Diakses melalui https://www.dw.com/id/inilah-kronologi-aksi-teror-di-jerman-2016/g-36840464
Greive, Von Martin. 2015. “The Refugee Crisis Costs Up To 55 Billion Euros A Yearâ€. Diakses melalui https://www.welt.de/wirtschaft/article149854636/Fluechtlingskrise-kostet-bis-zu-55-Milliarden-Euro-im-Jahr.html
Haryanto, Alexander. 2018. “Jerman Batasi Jumlah Pengungsi Jadi 200.000 Orang per Tahunâ€. Diakses melalui https://tirto.id/jerman-batasi-jumlah-pengungsi-jadi-200000-orang-per-tahun-cDcp
Koerner, Alexander. 2015. Getty Images Europe. Diakses melalui https://www.gettyimages.ie/detail/news-photo/syrian-refugee-move-from-tents-into-a-weather-resistant-news-photo/494482948
Laporan Tahunan Kantor Polisi Kriminal Federal Jerman tahun 2017.
UNHCR. 2016. “Press Releaseâ€. Diakses melaui https://www.unhcr.org/id/wp-content/uploads/sites/42/2017/05/wrdreleaseeng16.pdf
Wagner, Eileen; Lisa Pham. 2021. “Mostly False: The Refugee Crisis Has Made Germany More Insecureâ€. Diakses melaluihttps://eufactcheck.eu/factcheck/mostly-false-the-refugee-crisis-has-
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura
Wakil Pemimpin Umum
Wakil Dekan 1 Bidang Akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura
Dewan Penyunting Kehormatan
Dr.H,Martoyo, MA, Dr.Herlan, M.Si, Dr.Dedi Kusnadi, M.Si, Drs.Sabran Achyar, M.Si, Prof.Dr. Sy. Ibrahim Alqadrie, Prof. Dr. A B Tangdililing, M.A., Prof. Dr. Arkanudin, M.Si, Prof. Dr. Redatin Parwadi, M.A, Dr.Lukman Jafar, M.Si, Drs.Sukamto,M.Si, Dr.Hj.Hardilina,M.Si, Dr.H.Mochtaria M.Noh, M.Si, Dr.Ngusmanto (Scopus ID: 57191224744)
Dewan Penyunting (Editorial Board)
Dr.Ira Patriani, Dr.Rusdiono, M.Si, Dra.Kartika Ningtyas, M.Si, Drs.Asmadi, M.Si, Bima Sujendra, M.Si, Dewi Utami, M.Si, Ully Nuzullian, M.Si, Dr.Hasanah, Dr.Ema Rahmaniah, Dr.Sri Maryuni, M.Si, Dr.Nurfitri Nugrahaningsih, M.Si, Dra.Yulianti, M.Si, Dra.Syarmiati, M.Si, Dr.Pardi, M.Si, Dr.Indah Listyaningrum,M.Si, Viza Juliansyah, S.Sos., M.A.

