PERAN UNION OF EUROPEAN FOOTBALL ASSOCIATION (UEFA) DALAM MENGATASI KASUS RASISME PADA EVENT SEPAKBOLA EROPA TAHUN 2016-2020
Abstract
Rasisme menjadi masalah yang cukup disoroti di sepakbola Eropa dan perlu dibenahi. Karena selalu ada pihak yang dirugikan dalam kasus rasisme ini, berbagai macam kasus rasisme yang terjadi pada event sepakbola Eropa biasanya ditujukan kepada Individu yang memiliki kulit hitam ataupun latar belakang Identitas yang relatif sensitif di benua Eropa. Banyaknya insiden rasisme terjadi di sepakbola Eropa membuat Union of European Football Association (UEFA) sebagai Asosiasi tertinggi sepakbola Eropa menyadari bahwa ini tanggung jawab UEFA dalam mengatasi kasus rasisme dikarenakan Eropa menjadi kiblat utama dalam sepakbola dunia di mana banyak pemain bertalenta yang berlaga di kompetisi Eropa sehingga memberikan Eksposure tinggi terhadap sepakbola Eropa. Dalam penelitian ini akan dijelaskan bagaimana peran UEFA dalam mengatasi kasus rasisme yang terjadi pada event sepakbola Eropa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian eksplanatif menganalisis peran dari UEFA dalam mengatasi kasus rasisme yang terjadi pada event sepakbola Eropa. Penelitian ini juga menggunakan Teori Peran Organisasi Internasional yang dibagi menjadi beberapa bagian dalam menganalisis peran UEFA dalam mengatasi kasus rasisme di sepakbola Eropa. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan konsep Organisasi Internasional dan Human Security dalam menganalisis peran UEFA dalam mengatasi kasus rasisme di sepakbola Eropa. Hasil penelitian kali ini menunjukkan bahwa peran UEFA berjalan dengan efektif dalam mengatasi kasus rasisme pada event sepakbola Eropa. UEFA melakukan kampanye anti rasisme dengan slogan “Say No To Racism†dan memberikan sanksi maupun denda terhadap pelaku rasisme di sepakbola Eropa. Pada tahun 2019 UEFA juga membuat regulasi sendiri yang dinamakan UEFA disciplinery regulations. Regulasi yang memuat masalah rasisme tercantum dalam artikel 14 (Racism and Other Discriminatory Conduct) Edisi 19.
Kata kunci: Organisasi Internasional; Peran; Rasisme; Sepakbola; UEFA
References
Ambarwati dan Subarno Wijatmadja. 2016. Pengantar Ilmu Hubungan. Internasional. Malang: Intrans Publishing.
Anak Agung Banyu Perwira dan Yanyan Mochamad Yani,2005.Pengatar Ilmu Hubungan Internasional Bandung: Rozsda.
Archer, C. (2001). Internasional Organization. In C. Archer, “Classification of
international organizationsâ€. Amerika Serikat dan Kanada: Routledge. Diakses pada 4 Maret 2021
Brown, Chris dan Ainley, Kristen. 2005“Understanding Internasional Relationsm: Introduction : Defening Internasional Relationsâ€. Newyork, PALGRAVE MACHMILLAN. Diakses pada 10 Maret 2021
Barkin, J Samuel . 2006. International Organization: Theories and Institutions. 1.
New York: PALGRAVE MACMILLAN.
Cooper, Andrew F., Jorge Heine and Ramesh Thakur. 2013. “The Oxford Handbook of Modern Diplomacyâ€. Great Britain: Oxford University Press.Diakses pada 10 Maret 2021
Denzin Norman K. dan Lincoln Yvonna S (Eds). 2009. Qualitative Research, diterjemahkan oleh Dariyanto dengan judul Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.Diakses pada 10 Maret 2021
Hardani. 2020. Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. 1. Yogyakarta: Pustaka Ilmu.
Moloeng, Lexy J., 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosda karya.Diakses pada 10 Maret 2021
Masyhuri dan Zainuddin. 2008. Metodologi Penelitian: Pendekatan Praktis dan Aplikatif. Bandung: Refika Aditama.Diakses pada 10 Maret 2021
Melissen, Jan. 2006. Public Diplomacy Between Theory and Practice, The Present and Future of Public Diplomacy: A European Perspective. California: Rand Corporation.Diakses pada 14 Maret 2021
Silalahi, Ulber. 2009. Metode Penelitian Sosial. Bandung: Refika Aditama. Diakses pada 21 Maret 2021
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Diakses pada 10 Maret 2021
Sugiyono. 2014. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta. Diakses pada 10 Maret 2021
Internet:
About FIFA. http://www.fifa.com/about-fifa/tv/index.html. Diakses pada 10 Maret 2021
Akurat.co. 2019. “Penyerang muda Swedia jadi korban Rasisme di Bukaresâ€.https://akurat.co/olahraga/id-862393-read-penyerang-muda-swedia-jadi-korban-rasisme-di-bukares. Diakses pada 16 Maret 2021
All about FIFA http://resources.fifa.com/mm/document/fifafacts/organisation/02/13/11/06/ 03072013a llaboutfifa_neutral.pdf. Diakses pada 10 Maret 2021
All about UEFA. https://www.uefa.com/insideuefa/about-uefa/. Diakses pada 10 Maret 2021
Ardi Winangun, Menagapa Rasisme Muncul Dalam Sepak Bola, suar.okezone.com, dalam http://suar.okezone.com/read/2012/12/07/58/728702/mengapa-rasisme- muncul-dalam-sepakbola. Diakses pada 10 Maret 2021
Blogdetik.com. 2012. “Pengertian Rasisme dan Rasisme sebagai Proses†http://makalahku.blogdetik.com/2012/02/21/pengertian-rasisme-dan- rasisme-sebagai-proses/. Diakses pada 10 Maret 2021
Bola.net. 2019. “Insiden di laga Bulgaria vs Inggris dan kasus Rasialisme memalukan di Sepakbola†https://www.bola.net/piala_eropa/insiden-di-laga-bulgaria-vs-inggris-dan-kasus-rasialisme-memalukan-di-sepak-bola-0dc803.html. Diakses pada 15 Maret 2021
Ensiklopedia Holocaust. Olimpiade Berlin Nazi 1936. https://www.ushmm.org/wlc/id/article.php?ModuleId=10005680. Diakses pada 10 Maret 2021
European Commission.2021 “Dempgraphy of Europeâ€https://ec.europa.eu/eurostat/cache/digpub/demography/bloc-1a.html?lang=en. Diakses pada 1 Maret 2022
Geografi.org 2017 “Geografi benua Eropa†https://www.geografi.org/2017/11/geografi-benua-eropa.html. Diakses pada tanggal 28 Februari 2022
Indosport. 2020 “Dihentikan, ini kronologi wasit keempat Rasis di laga PSG vs Istanbul Basakshehir.â€https://www.indosport.com/sepakbola/20201209/kronologi-wasit-keempat-rasis-di-laga-psg-vs-istanbul-basaksehir. Diakses pada 13 Maret 2021
Inews.id. 2019. “Gagal eksekusi Penalti, Tammy Abraham jadi korban Rasisme pendukung Chelseaâ€. https://www.inews.id/sport/soccer/gagal-eksekusi-penalti-tammy-abraham-jadi-korban-rasisme-pendukung-chelsea. Diakses pada 15 Maret 2021
Nationalgeographic. “Europe: Human Geographyâ€. https://www.nationalgeographic.org/encyclopedia/europe-human-geography/.Diakses pada 1 Maret 2022
Theguardian. “Bulgaria ordered to play one game behind close the doors over racismâ€. https://www.theguardian.com/football/2019/oct/29/bulgaria-ordered-to-play-next-two-matches-behind-closed-doors-over-england-racism. Diakses pada 3 Maret 2022
Tsn. “UEFA closes case of racial abuse alleged by Sweden Playerâ€. https://www.tsn.ca/uefa-closes-case-of-racial-abuse-alleged-by-sweden-player-1.1414098. Diakses pada 3 Maret 2022
Jurnal:
Boniface, P. 2002. “Football As a Factor (and a Reflection) of International Politics. https://www.sciencespo.fr/ceri/sites/sciencespo.fr.ceri/files/artpb.pdf. Diakses pada 4 Maret 2022
Budiman, A. 2013.“Politik Apartheid di Afrika Selatan.†Jurnal Artefak, Volume 1, Nomor 1. http://www.unigal.ac.id/fkip/sejarah/userfiles/file/Jurnal%20Artefak/ Vol_%201_%20No_%201_%20Januari%20Tahun%202013/2_%20Ejurna lAgus%20 Budiman.pdf . Diakses pada 10 Maret 2021
Castree, N., Kitchin, R., & Rogers, A. (2013). "Geopolitics." In “A Dictionary of Human Geographyâ€. Oxford University. Diakses pada 1 Juni 2022
Kessler, D. 2009. “The Citizens’ Affair: Sports and Tourism in Post-1998 United StatesIran.†Relations Stanford Journal of International Relations, Volume 11, Nomor 1. https://web.stanford.edu/group/sjir/pdf/ Iran_11.1.pdf . Diakses pada 10 Maret 2021
Kurniawan, Bayu.2013“Ganefo Sebagai Wahana Dalam Mewujudkan Konsepsi Politik Luar Negeri Soekarno 1963-1967â€. e-Journal Pendidikan Sejarah, Volume 1, Nomor 2. http://ejournal.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/2386/4253. Diakses pada 10 Maret 2021
Peter A. Toma & Robert F. Gorman, “International Relations: Understanding Global Issuesâ€. Diakses pada 10 Maret 2021
UEFA. 2019. “UEFA Disciplinary Regulations: Article 3 scoope of personal aplicationâ€.https://editorial.uefa.com/resources/0257-0ddf58550d23-3b558093983e-1000/disciplinary_regs.pdf.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura
Wakil Pemimpin Umum
Wakil Dekan 1 Bidang Akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura
Dewan Penyunting Kehormatan
Dr.H,Martoyo, MA, Dr.Herlan, M.Si, Dr.Dedi Kusnadi, M.Si, Drs.Sabran Achyar, M.Si, Prof.Dr. Sy. Ibrahim Alqadrie, Prof. Dr. A B Tangdililing, M.A., Prof. Dr. Arkanudin, M.Si, Prof. Dr. Redatin Parwadi, M.A, Dr.Lukman Jafar, M.Si, Drs.Sukamto,M.Si, Dr.Hj.Hardilina,M.Si, Dr.H.Mochtaria M.Noh, M.Si, Dr.Ngusmanto (Scopus ID: 57191224744)
Dewan Penyunting (Editorial Board)
Dr.Ira Patriani, Dr.Rusdiono, M.Si, Dra.Kartika Ningtyas, M.Si, Drs.Asmadi, M.Si, Bima Sujendra, M.Si, Dewi Utami, M.Si, Ully Nuzullian, M.Si, Dr.Hasanah, Dr.Ema Rahmaniah, Dr.Sri Maryuni, M.Si, Dr.Nurfitri Nugrahaningsih, M.Si, Dra.Yulianti, M.Si, Dra.Syarmiati, M.Si, Dr.Pardi, M.Si, Dr.Indah Listyaningrum,M.Si, Viza Juliansyah, S.Sos., M.A.

