UPAYA DIPLOMASI INDONESIA DALAM MEMPERBAIKI CITRA KELAPA SAWIT DARI ADANYA UPAYA GREEN PROTECTIONISM OLEH UNI EROPA TAHUN 2018-2022
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan upaya diplomasi Indonesia dalam memperbaiki citra kelapa sawit dari adanya upaya green protectionism oleh Uni Eropa pada tahun 2018-2022. Indonesia sebagai negara produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia tampaknya masih menghadapi hambatan dalam proses ekspor ke luar negeri, terutama ke negara-negara Uni Eropa yang merupakan tujuan ekspor minyak kelapa sawit terbesar kedua setelah India. Kampanye hitam menyebar di Uni Eropa dalam bentuk pelabelan produk yang mengandung minyak sawit "palm oil free" dan penyebaran informasi yang menyesatkan tentang industri minyak sawit di Indonesia yang tidak berkelanjutan. Selain itu, Uni Eropa telah menerbitkan aturan di bawah kerangka European Green Deal (EGD) seperti Renewable Energy Directive (RED) II, Delegated Act dan EU Proposal For a Regulation on Deforestation and Forest Degradation-Free Commodities (DFC). Aturan tersebut dipandang diskriminatif terhadap produk minyak sawit karena berusaha melindungi produk nabati domestiknya (green protectionism). Upaya Indonesia sangat menarik untuk diteliti, karena merupakan tantangan bagi industri kelapa sawit Indonesia yang telah menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal, berkontribusi dalam peningkatan indeks pembangunan manusia, serta pembangunan ekonomi Produk Domestik Bruto (PDB). Adapun upaya diplomasi publik yang dilakukan Indonesia adalah melalui manajemen berita, komunikasi strategis, dan membangun hubungan jangka panjang dengan masyarakat internasional. Metode penelitian ini mengguanakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif , yaitu mendeskripsikan fenomena berdasarkan data-data yang ditemukan oleh hasil studi pustaka dan wawancara, dianalisis menggunakan teori Diplomasi Publik dari Mark Leonard. Konsep yang digunakan yaitu konsep Opini Publik dan konsep Soft Power. Pemerintah Indonesia diharapkan dapat meningkatkan aspek transparansi Sistem Sertifikasi Kelapa Sawit Indonesia (ISPO) dan terus mendiversifikasi potensi pasar bagi produk olahan minyak kelapa sawit.
Kata kunci: Diplomasi, Green Protectionism, Soft power, Opini Publik.
Â
Â
References
Cutlip, Scot dkk. 2005. Effective Publik Relations. Terjemahan. Jakarta: PT. Indeks Kelompok Gramedia.
Rachmawati, Iva. 2019. Diplomasi Publik Meretas Jalan Bagi Harmoni dalam Hubungan Antarnegara. Yogyakarta: Suluh Media.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suryadi, Umar Bakry. 2017. Dasar-dasar Hubungan Internasional. Depok: Kencana
Buku Elektronik/ Ebook:
Ahmad Gilang. 2008. Politik Energi Rusia di Kawasan Asia Tenggara (Studi Kasus: Kerja Sama Energi Rusia-Kazakistan. https://www.pdfdrive.com
Djelantik, Sukawarsini. 2016. Diplomasi Dalam Politik Global. Diakses 20 juni 2022.https://www.pdfdrive.com/dictionary-of-diplomacy- e19640908.html
Mujiono, Dadang I.K., dan Frisca Alexandra. 2019. Buku Ajar Multitrack Diplomacy: Teori Dan Studi Kasus. Press.https://repository.unmul.ac.id/bitstream/handle/123456789/5247/Multy%20Track%20Diplomacy.pdf?sequence=1&isAllowed=y
Artikel Jurnal:
Abdi, Zainal, Pazli dan Tri Joko Waluyo. 2021. “Industri Kelapa Sawit Indonesia Pasca RED 2 Uni Eropaâ€. Jurnal Pendidikan Tambusai. Vol 5 No.3. Hal 9572-9582.
Alen, Vioneida P.L., Alfian Hidayat., Khairur Rizki. 2021. "Upaya Presiden Joko Widodo Dalam Menghadapi Penolakan Ekspor Komoditas CPO (Crude Palm Oil) oleh Uni Eropa Tahun 2017-2020". Indonesian Journal of Global Discourse. Vol. 3 Ed.1. Hal 110-131
Badan Pusat Statistik. 2020. “Luas Tanaman Perkebunan Menurut Provinsiâ€. Diakses pada 20 Juli 2021. https://www.bps.go.id/indicator/54/131/1/luas- tanaman-perkebunanmenurut-provinsi.html.
Campbell, Francis. 2015 . “Has the Globalization Changing the Nature of Diplomacy?†.Cambridge: St. Edmund's College.
Chairunisa, A. (2020). "Analisis Kebijakan Renewable Energy Directive II". Procceding: Call for Paper (NCOLS 2020). Diakses pada 4 Maret 2022. https://conference.upnvj.ac.id/index.php/ncols/article/download/1549/1007
Dewi, Rosita.2013. “Implementasi Renewable Energy Directive Uni Eropaâ€. Jurnal Interdependence.Vol.1,No.2. Diakses pada 11 November 2021. http://e- journals.unmul.ac.id/index.php/JHII/article/view/1326/1011
Khairani, A. Siregar. 2021. “Diplomasi Indonesia Menghadapi Kebijakan Renewable Energy Directive (RED) II Uni Eropa Terhadap Ekspor Crude Palm Oil (CPO) Indonesiaâ€. Skripsi. Universitas Sumatera Utara: Medan.
Laksono, Herry P. dkk. 2019 “Peran Diplomasi dalam Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan: Tinjauan terhadap Pengelolaan Industri Minyak Nabatiâ€. Kajian Mandiri Tahun 2019 . Diakses pada 20 agustus 2022.
USDA. 2019. “Palm Oil Explorerâ€. Diakses pada 22 Maret 2022. Tersedia pada https://ipad.fas.usda.gov/cropexplorer/cropview/commodityView.aspx?cro pid=4243000&sel_year=2019
Wijaya, dkk. 2017. “Drivers Of Deforestation in Indonesia, Inside and Outside Concessionsâ€. Diakses pada 10 Maret 2022. Tersedia pada https://www.wri.org/insights/drivers-deforestation-indonesia-inside-and- outside-concessions-areas.
Artikel berita:
BBC Indonesia. 2018. “Supermarket Inggris stop penjualan produk sawit, pengusaha Indonesia protesâ€. Diakses pada 3 Maret 2022https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-43781421.
CNBC Indonesia. 2019. “UE Diskriminasi CPO, Pemerintah RI Gelar Pertemuan Khususâ€. Diakses tanggal 20 Maret 2021. https://www.cnbcindonesia.com/market/20190320142122-17-61830/ue- diskriminasi-cpo-pemerintah-ri-gelar-pertemuan-khusus
GAPKI. 2017. “Resolusi Minyak Sawit Uni Eropa & Isu Deforestasiâ€. Diakses pada 10 November 2021. https://gapki.id/resolusi-minyak- sawit-uni-eropa-isu-deforestasi.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura
Wakil Pemimpin Umum
Wakil Dekan 1 Bidang Akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura
Dewan Penyunting Kehormatan
Dr.H,Martoyo, MA, Dr.Herlan, M.Si, Dr.Dedi Kusnadi, M.Si, Drs.Sabran Achyar, M.Si, Prof.Dr. Sy. Ibrahim Alqadrie, Prof. Dr. A B Tangdililing, M.A., Prof. Dr. Arkanudin, M.Si, Prof. Dr. Redatin Parwadi, M.A, Dr.Lukman Jafar, M.Si, Drs.Sukamto,M.Si, Dr.Hj.Hardilina,M.Si, Dr.H.Mochtaria M.Noh, M.Si, Dr.Ngusmanto (Scopus ID: 57191224744)
Dewan Penyunting (Editorial Board)
Dr.Ira Patriani, Dr.Rusdiono, M.Si, Dra.Kartika Ningtyas, M.Si, Drs.Asmadi, M.Si, Bima Sujendra, M.Si, Dewi Utami, M.Si, Ully Nuzullian, M.Si, Dr.Hasanah, Dr.Ema Rahmaniah, Dr.Sri Maryuni, M.Si, Dr.Nurfitri Nugrahaningsih, M.Si, Dra.Yulianti, M.Si, Dra.Syarmiati, M.Si, Dr.Pardi, M.Si, Dr.Indah Listyaningrum,M.Si, Viza Juliansyah, S.Sos., M.A.

